Fiksi Pilihan

Nada Tinggi Belum Tentu Marah

  Di ruang persiapan, tuan presiden dalam balutan batik kontemporer sekali lagi memandang naskah pidatonya dan memberi perhatian pada tanda-tanda baca warna-warni yang bertebaran di sepanjang naskah.

Cinta Buta Sehari Saja


 

Apakah cinta benar-benar buta?

atau dia masih bisa mengenali kedalaman hati

orang yang berada di balik buket mawar dan kotak cokelat?

 

Semoga saja dia tidak benar-benar buta.

Karena sebentar lagi kita akan dimanjakan

dengan banyak ucapan kasih sayang

dengan aroma cokelat yang memenuhi udara

atau bunga berwarna merah hati

dan senyum malu-malu dari pujaan hati.

 

Atau ...

biarlah dia buta untuk sehari saja.

Sehingga saat penglihatannya pulih kembali

dia akan menguji

sejauh apa kita bertahan tanpa kartu ucapan,

tanpa mawar dan coklat.

tanpa hadiah

tanpa aneka pesta dan perayaan.

 

Tanpa itu semua

benarkah yang tersisa tinggal ketulusan dan kesetiaan.



---- 



Pertama kali tayang di Kompasiana


Ilustrasi gambar dari pixabay.com


Baca Juga Fiksi Keren lainnya:







Komentar