Postingan

Fiksi Pilihan

Nada Tinggi Belum Tentu Marah

  Di ruang persiapan, tuan presiden dalam balutan batik kontemporer sekali lagi memandang naskah pidatonya dan memberi perhatian pada tanda-tanda baca warna-warni yang bertebaran di sepanjang naskah.

Menumbuhkan Cinta

Bulan Puasa

Cinta Buta Sehari Saja

Jalan Pulang yang Hening

Januari

Buku-buku dan Mimpi Buruk

Mengeja Pulang

Jatuh Cintalah

Kekasih Impian

Pura-pura Gila

Kafe yang Sepi

Senja di Batas Kota

Gedung Koperasi

Segitiga

Melepaskan Topeng

Obat Tidur

Memetik Rindu

Kepala yang Berdarah

Tuan

Orang yang Tepat