Fiksi Pilihan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sore kembali bergulir,
jalan-jalan kota kembali dipenuhi kendaraan bertenaga listrik.
Seperti biasa, mereka melakukan perjalanan pulang
seperti matahari yang pulang kepada malam.
Jalan-jalan panjang
dilewati dengan hening.
Kendaraan susul menyusul
tanpa asap
tanpa bising
sehingga semua orang bisa mendengar
suara kehidupan yang sebenarnya:
denyut kerinduan
renyah tawa para pekerja
panggilan doa dari sudut-sudut kota
debur ombak
angin senja
kicau burung yang terbang kembali ke sarang yang hangat
bahkan nyanyian malam yang bersahaja.
Kendaraan susul menyusul
tanpa asap
tanpa bising
sehingga semua orang bisa mendengar
suara kehidupan yang sebenarnya:
denyut kerinduan
renyah tawa para pekerja
panggilan doa dari sudut-sudut kota
debur ombak
angin senja
kicau burung yang terbang kembali ke sarang yang hangat
bahkan nyanyian malam yang bersahaja.
Peradaban jadi seperti sepasang sahabat lama
yang sedang bercakap-cakap dengan santai
tentang sehari lagi kehidupan yang baru saja dilewati.
Di tengah jalan pulang yang hening,
mungkin dari sinilah kita akan belajar
pelan-pelan
menggenggam masa depan.
---
Pertama kali tayang di Kompasiana


Komentar