Sabtu, 13 Januari 2018

Udin Broken Heart


Udin duduk sendirian di sudut balkon yang gelap. Lampu balkon sengaja dimatikan, agar tidak ada yang melihatnya tersipu-sipu malu. Sepertinya cowok ini lagi asyik membaca chat demi chat whatsapp di layar HP-nya. Tapi setelah dilihat lebih dekat lagi, ternyata hanya satu chat saja yang dipelototi dari tadi.

Selasa, 26 Desember 2017

Santa Claus Panik dan Rudolf si Rusa Terbang



Senja telah beralih menjadi malam di istana es Santa Claus. Di luar butir-butir salju berjatuhan dari langit, menebarkan dingin yang menggigit tulang. Tapi di dalam istana suasana begitu hangat. Ratusan kurcaci, mulai dari kurcaci pembuat mainan sampai kurcaci-kurcaci yang mengurusi istana berkumpul di aula bawah, tempat pengepakan mainan-mainan yang sebentar lagi akan dibagikan oleh Santa Claus kepada anak-anak di seluruh dunia.

Kurcaci-kurcaci yang mengurus rusa-rusa terbang juga sedang sibuk di kandang-kandang rusa terbang itu yang terletak di bagian utara istana. Rudolf, rusa pemimpin kawanan baru saja dibersihkan dan dikenakan pakaian khusus.

Sabtu, 16 Desember 2017

Kapal Sekarat



Kapal penjelajah kita yang sekarat
sedang menguras cahaya dari sektor galaksi terasing
lampu demi lampu meredup
seperti bintang yang sedang menelan dirinya sendiri.

Di luar sana
ujung perang masih belum terlihat
seperti menjelajahi kecepatan warp
tanpa tahu kapan akan berhenti.

Selasa, 12 Desember 2017

Ayam Goreng Madu



Langit malam telah berhias bintang-bintang dan purnama bulat penuh. Sebulat piring saji restoran di hadapanku. Di atasnya ada ayam goreng madu yang telah dihabisi seperempatnya. Syukurlah, santap malam yang nikmat ini berhasil mengusir rasa lelah seharian gara-gara tiga presentasi bisnis dan dua jam lebih mengerjakan deadline laporan yang harus disetor ke head office sebelum jam empat sore.

“Ayam goreng madu-nya enak, kan?” tanyamu sambil memamerkan senyum semanis madu. Aku yakin sanggup melelahkan hati lelaki manapun yang memandangnya.

“Iya, Ver. Tahu aja kamu resto seperti ini…”

“Aku udah dua kali kesini. Pertama tahu waktu janjian sama klien. Dia yang recommend restoran ini, juga menu andalannya ayam goreng madu.”

Aku manggut-manggut.

Sabtu, 09 Desember 2017

Pohon-pohon Cinta



Di atas permukaan kesadaran
kamu tumbuhkan cinta serupa tunas pepohonan
lalu kamu pupuk dengan ketulusan dan kesetiaan
dalam diam dan keheningan.

Sabtu, 02 Desember 2017

Garis Batas



Saat hatimu benar-benar berada di garis batas
antara hitam dan putih
gelap dan terang
pahit dan manis kehidupan
kamu mungkin tak bisa mencintai lagi.

Kamu mungkin beroleh kebijaksanaan sejati
dan mencapai puncak perjalanan spiritualmu
tapi kamu mungkin tak bisa mencintai lagi.

Senin, 27 November 2017

Belajar Kehidupan di Eternal Forseti


“Begini, Mas Rinnel,” suara Frida terdengar begitu serius. “Saya tahu waktu yang saya miliki makin pendek. Diakui ataupun diingkari, hasilnya akan tetap sama. Saya hanya ingin satu-satunya keponakan yang saya miliki, keponakan yang selama bertahun-tahun tak pernah saya duga dan ketahui keberadaannya, mendapat apa yang menjadi haknya. Dan semoga itu yang terbaik.”

Menyelami Novel Eternal Forseti membuat kita mengambil jeda dari irama kehidupan yang deras mengalir, lalu menarik napas panjang dan berkata “Yeah, beginilah kehidupan seharusnya!”

Kisah demi kisah yang mengalir dalam novel setebal 346 halaman ini diracik dengan manis oleh Bu Lis Suwasono atau lebih dikenal dengan nama pena Lizz. Cover yang berilustrasi bidak catur memang menjadi anchor yang pas untuk merangkum drama dalam Eternal Forseti.

Sabtu, 25 November 2017

Rebana Jiwa



Rancak rebana jadi tabir detak jantungku, Dinda
denting gambus pun melodikan desir darahku.

Rindukah ini?
Membuat lincah kerling matamu serupa hentak penari
di atas panggung
dan garis senyummu hadirkan kehangatan
serupa rembulan malam ini.

Sabtu, 18 November 2017

Kabar dari Laut




Belasan purnama
jiwa dara itu merana.
Pada bulir pasir yang disiangi matahari
dan diterangi purnama
dia titipkan doa dan air mata.

Minggu, 12 November 2017

Pak Pulisi



Hujan sudah berhenti, Sayangku. Artinya sudah waktunya aku mengantarmu pulang. Kalau kemalaman, aku takut besok-besok tidak dikasih izin lagi sama Pak Pulisi. Begitu kadang aku memanggil bapakmu.  Kamu pun mengangguk sambil tersenyum. Kamu tahu aku tidak bermaksud sedikitpun menjelek-jelekan dia walau kadang dia suka kepo dan kalau frekuensi kunjunganku lebih sering, dia suka memberlakukan jam malam. Ya, bagaimanapun juga kalau jodoh bapak kamu akan menjadi calon mertuaku, bukan?