Jumat, 13 Juli 2018

Kolektor Lukisan




Supermoon hampir beranjak. Anabelle sangat mahir merekam penampakkan langit malam itu dengan mata birunya, lalu memindahkan semuanya ke atas kanvas, satu-satunya sahabat yang menemaninya beberapa hari ini.
Dress krem Anabelle jadi legam oleh percikan kuas. Nampak juga beberapa noda di sudut-sudut wajahnya, tapi Anabelle kelihatan tidak terlalu peduli. Pemesan lukisan itu akan segera datang.

Minggu, 08 Juli 2018

Boleh Kalah Pilkada, tapi Jangan Kalah Bola




Malam ini Badrun melempar koran ke atas sofa dengan kesal. Marni, istrinya yang baru masuk ke ruang tamu sambil membawa secangkir kopi hitam terheran-heran.
“Ada apa, Bang?” tanyanya.
“Itu, hasil perhitungan suara pilkada sudah keluar,” sahut Badrun ketus.

Kamis, 05 Juli 2018

Selasa, 03 Juli 2018

Aku dan Kewarasanku



Sesekali gerimis menampar kewarasanku, memaksanya meninggalkan batok kepala, satu-satunya harta yang kumiliki saat ini. Tapi tidak akan lama. Lihat saja, sebentar lagi hujan akan membelanya seperti pengacara yang membela pesakitan, menegaskan kembali kalau dialah pemilik sah batok kepalaku ini.
Matahari tidak terlalu bisa diandalkan. Dia hanya menyanjung kewarasanku jika dia butuhkan, jika tidak dia akan pergi dengan cuek, membiarkan gerimis atau hujan mengambil alih.

Sabtu, 16 Juni 2018

Jumat, 11 Mei 2018

Sabtu, 05 Mei 2018

Setan dan Malaikat di Dalam Kepala




Ada setan dan malaikat di dalam kepalaku. Mereka sedang bermain kartu domino. Seru sekali nampaknya. Yang kalah harus menjepitkan penjepit jemuran ke daun telinganya. Permainan sudah berlangsung belasan seri dan penjepit jemuran berpindah-pindah telinga. Kadang jika salah satunya mengalami kekalahan berturut-turut, berbarislah penjepit jemuran di telinganya.
Aku mengamati permainan sambil tersenyum-senyum sendiri, sampai Tuhan masuk dan mengingatkan keduanya tentang waktu.

Kamis, 15 Maret 2018

Ada Tikus di Grup WhatsApp



Iwan, ada mata-mata polisi di grup. Sudah ada beberapa member yang dicurigai. Jadi untuk sementara elu tidak usah komen atau posting macam-macam dulu. Tapi tidak usah panik atau left grup. Nanti justru orangnya curiga.
Demikian chatwhatsapp dari Bonar beberapa menit lalu. Iwan baru saja menuntaskan mandi, jadi malam ini aroma sabun mandi langsung memenuhi kamar kosnya. Setelah membaca chat Bonar, Iwan terkejut. Iya, memang beberapa hari ini kepolisian sedang gencar-gencarnya mengejar para penyebar hoax dan ujaran kebencian, bahkan sampai menguliti beberapa grup whatsapp yang dicurigai.

Rabu, 14 Februari 2018

Kondom di Hari Valentine



Valentine kali ini terasa getir, entah mengapa.
Tapi siapa pun tetap bisa merayakannya. Tak terkecuali bagi tujuh orang muda itu. Mereka begitu belia dan penuh cinta, nampak dari sorot matanya. Mereka sedang berkumpul di salah satu sudut ruang sekretariat BEM sambil saling membagikan oleh-oleh khas valentine, cokelat batangan, mawar dan kartu ucapan.
Sandy, yang paling senior, juga mengeluarkan hadiahnya, enam buah kondom aneka rupa dan warna.

Rabu, 07 Februari 2018

Nasi Campur



Gema seruan-seruan calo taksi bandara yang jadi lagu penyambut penumpang sudah berlalu. Kini aku telah bernapas lega dan sudah berada di sisi timur bandara yang lebih sepi . Penerbangan sejam lebih ditambah panas terik yang menyambut kami begitu turun dari pesawat membuat perutku konser.  Aku pun berjalan menarik koperku sambil menyusuri beranda bandara.

Pandangan kuedarkan pada deretan counter di sepanjang beranda bandara. Masing-masing menempati ruang seluas kira-kira tiga kali enam sampai tiga kali delapan meter persegi, khas bandara di daerah. Ada counter pulsa, warkop, pedagang aksesoris handphone dan ah…. ada juga deretan restoran mini.

Selasa, 30 Januari 2018

Mengoyak Senja



Bulan setengah purnama sedang bercakap-cakap dengan senja yang bermuram durja. Dengan setengah cahaya seperti ini, rembulan jadi lebih mirip lampion yang nyaris padam daripada lampu langit yang gagah perkasa. Tapi dia tetap berusaha menghibur senja yang kehilangan kerlip bintang-bintangnya, sejak ditinggalkan kekasih.

Sebentar lagi keduanya akan saling mengucapkan salam perpisahan yang pahit. Rembulan beranjak ke timur sedangkan senja beranjak ke barat, entah kapan bertemu kembali.

Kamis, 18 Januari 2018

Mahar



Kapitalisme sudah merenggut
jadi tak usah terkejut
jangankan cinta
ideologi saja ditakar dengan rupiah.

Yang satu berlagak jadi konstituen
yang satu bermimpi jadi pemimpin tulen
keduanya jual beli di bawah panggung drama
di pojok tak tersentuh spot light dan kamera.

Sabtu, 13 Januari 2018

Udin Broken Heart


Udin duduk sendirian di sudut balkon yang gelap. Lampu balkon sengaja dimatikan, agar tidak ada yang melihatnya tersipu-sipu malu. Sepertinya cowok ini lagi asyik membaca chat demi chat whatsapp di layar HP-nya. Tapi setelah dilihat lebih dekat lagi, ternyata hanya satu chat saja yang dipelototi dari tadi.

Selasa, 26 Desember 2017

Santa Claus Panik dan Rudolf si Rusa Terbang



Senja telah beralih menjadi malam di istana es Santa Claus. Di luar butir-butir salju berjatuhan dari langit, menebarkan dingin yang menggigit tulang. Tapi di dalam istana suasana begitu hangat. Ratusan kurcaci, mulai dari kurcaci pembuat mainan sampai kurcaci-kurcaci yang mengurusi istana berkumpul di aula bawah, tempat pengepakan mainan-mainan yang sebentar lagi akan dibagikan oleh Santa Claus kepada anak-anak di seluruh dunia.

Kurcaci-kurcaci yang mengurus rusa-rusa terbang juga sedang sibuk di kandang-kandang rusa terbang itu yang terletak di bagian utara istana. Rudolf, rusa pemimpin kawanan baru saja dibersihkan dan dikenakan pakaian khusus.

Sabtu, 16 Desember 2017

Kapal Sekarat



Kapal penjelajah kita yang sekarat
sedang menguras cahaya dari sektor galaksi terasing
lampu demi lampu meredup
seperti bintang yang sedang menelan dirinya sendiri.

Di luar sana
ujung perang masih belum terlihat
seperti menjelajahi kecepatan warp
tanpa tahu kapan akan berhenti.

Selasa, 12 Desember 2017

Ayam Goreng Madu



Langit malam telah berhias bintang-bintang dan purnama bulat penuh. Sebulat piring saji restoran di hadapanku. Di atasnya ada ayam goreng madu yang telah dihabisi seperempatnya. Syukurlah, santap malam yang nikmat ini berhasil mengusir rasa lelah seharian gara-gara tiga presentasi bisnis dan dua jam lebih mengerjakan deadline laporan yang harus disetor ke head office sebelum jam empat sore.

“Ayam goreng madu-nya enak, kan?” tanyamu sambil memamerkan senyum semanis madu. Aku yakin sanggup melelahkan hati lelaki manapun yang memandangnya.

“Iya, Ver. Tahu aja kamu resto seperti ini…”

“Aku udah dua kali kesini. Pertama tahu waktu janjian sama klien. Dia yang recommend restoran ini, juga menu andalannya ayam goreng madu.”

Aku manggut-manggut.

Sabtu, 09 Desember 2017

Sabtu, 02 Desember 2017

Garis Batas



Saat hatimu benar-benar berada di garis batas
antara hitam dan putih
gelap dan terang
pahit dan manis kehidupan
kamu mungkin tak bisa mencintai lagi.

Kamu mungkin beroleh kebijaksanaan sejati
dan mencapai puncak perjalanan spiritualmu
tapi kamu mungkin tak bisa mencintai lagi.

Senin, 27 November 2017

Belajar Kehidupan di Eternal Forseti


“Begini, Mas Rinnel,” suara Frida terdengar begitu serius. “Saya tahu waktu yang saya miliki makin pendek. Diakui ataupun diingkari, hasilnya akan tetap sama. Saya hanya ingin satu-satunya keponakan yang saya miliki, keponakan yang selama bertahun-tahun tak pernah saya duga dan ketahui keberadaannya, mendapat apa yang menjadi haknya. Dan semoga itu yang terbaik.”

Menyelami Novel Eternal Forseti membuat kita mengambil jeda dari irama kehidupan yang deras mengalir, lalu menarik napas panjang dan berkata “Yeah, beginilah kehidupan seharusnya!”

Kisah demi kisah yang mengalir dalam novel setebal 346 halaman ini diracik dengan manis oleh Bu Lis Suwasono atau lebih dikenal dengan nama pena Lizz. Cover yang berilustrasi bidak catur memang menjadi anchor yang pas untuk merangkum drama dalam Eternal Forseti.

Sabtu, 25 November 2017

Rebana Jiwa



Rancak rebana jadi tabir detak jantungku, Dinda
denting gambus pun melodikan desir darahku.

Rindukah ini?
Membuat lincah kerling matamu serupa hentak penari
di atas panggung
dan garis senyummu hadirkan kehangatan
serupa rembulan malam ini.