Postingan

Fiksi Pilihan

Nada Tinggi Belum Tentu Marah

  Di ruang persiapan, tuan presiden dalam balutan batik kontemporer sekali lagi memandang naskah pidatonya dan memberi perhatian pada tanda-tanda baca warna-warni yang bertebaran di sepanjang naskah.

Basalto Terakhir [35-37]

Basalto Terakhir [34]

Basalto Terakhir [32-33]

Basalto Terakhir [31]

Basalto Terakhir [29-30]

Basalto Terakhir [27-28]

Basalto Terakhir [26]

Basalto Terakhir [25]

Basalto Terakhir [23-24]

Basalto Terakhir [22]

Basalto Terakhir [21]

Basalto Terakhir [19-20]

Basalto Terakhir [18]

Basalto Terakhir [17]

Basalto Terakhir [15-16]

Basalto Terakhir [13-14]