Postingan

Fiksi Pilihan

Nada Tinggi Belum Tentu Marah

  Di ruang persiapan, tuan presiden dalam balutan batik kontemporer sekali lagi memandang naskah pidatonya dan memberi perhatian pada tanda-tanda baca warna-warni yang bertebaran di sepanjang naskah.

"Abang ajak nikah, mau ya?"

Surga di Atas Kabut

Aku Manusia Waras

Pengintaian

Pagi adalah Kontemplasi Hidup

Catatan Seorang Salesman

Musim Hujan Kali Ini

Ketok Palu

Gadis Pembungkus Kado

Sang Pengemis

Aku Sudah Tidak Perawan Lagi

Puisi Cinta Anak Elektro

Anak Elektro Gitu Loh...

Delay

Pucuk Dicinta, Mila pun Tiba